Rabu, 11 Maret 2015

PRIVAT METODE DEA (DATA ENVELOPMENT ANALYSIS)


MATERI PRIVATE DEA:
1.    Konsep Dasar Efisiensi
2.    Jenis Efisiensi
3.    Beberapa Metode Pengukuran Efisiensi
4.    Perbedaan SFA, DFA dan DEA
5.    Metode Parametrik dan Non-Parametrik
6.    Mengukur Aktivitas Perbankan
7.    Kelebihan dan Kekurangan beberapa Metode Pengukuran Efisiensi
8.    DEA Single Input and Single Output
9.    DEA Single Output and Two Inputs
10. Efisiensi Teknis
11. Efisiensi Alokatif
12. Formulasi Matematis untuk DEA
13. Minimisasi Input
14. Maksimisasi Output
15. Fractional DEA Program
16. Primal-Dual DEA Models
17. Mengenal Konsep Constant Return to Scale (CRS)
18. Konsep Variable Return to Scale (VRS)
19. Increasing Return to Scale (IRS)
20. Decreasing Return to Scale (DRS)
21. Input-Oriented Measures
22. Output-Oriented Measures
23. Karakteristik DEA
24. Dua Model DEA
25. Two Stages DEA (DEA Dua tahap)
26. Tahapan Riset dengan Menggunakan DEA
27. Penentuan DMU, Approach, Variabel input-output, Data Collection, CCR/BCC, Sintesis
28. Materi Praktik dengan Software
29. Contoh Penelitian dengan DEA
30. Diskusi dan Konsultasi



INVESTASI:
Rp 1.500.000/peserta (fullday)

MENTOR:
Konsultan SMART Consulting 

FASILITAS:
Modul Training, Buku “Introduction to Data Envelopment Analysis” by Ramanathan, Ebook “Mengukur Tingkat Efisiensi dengan Data Envelopment Analysis”, Ebook “An Introduction to Efficiency and Productivity Analysis”, 40+ Materi-materi (Paper) penting tentang DEA, Lunch, Sertifikat.



Kamis, 05 Februari 2015

Indeks Malmquist dalam Metode DEA



Pada 1953 Sten Malmquist pertama kali memberikan sebuah konsep pengukuran produktivitas yang disebut Malmquist productivity index. Namun indeks Malmquist (Malmquist index) sendiri diperkenalkan oleh Caves et al. (1982, dalam Cooper et al. 2004).

Ada dua hal yang dihitung dalam pengukuran indeks Malmquist, yaitu efek catch-up dan efek frontier-shift. Efek catch-up mengukur tingkat perubahan efisiensi relatif dari periode 1 ke periode 2. Efek frontier-shift mengukur tingkat perubahan teknologi (kombinasi input-output) dari periode 1 ke periode 2. Efek frontier-shift lazim disebut efek inovasi.

Malmquist Index merupakan bagian metode DEA yang dapat dipergunakan untuk mengolah data panel non-parametrik. Malmquist index (MI) seringkali digunakan untuk mengukur perubahan produktivitas (productivity change) sebuah DMU. Nilai index tersebut dapat didekomposisikan dari perubahan teknologi (technology change) dan perubahan efisiensi.
 
Perubahan dalam total produksi sebuah DMU dapat dikatakan baik apabila DMU tersebut dapat menggunakan input secara efisien untuk menghasilkan (memproduksi) barang-jasa dan perusahaan menggunakan proses teknologi dalam proses produksi tersebut. Peningkatan atau penurunan dalam total factor productivity dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu dari sisi perubahan efisiensi atau dari sisi perubahan teknologi.

Nilai MI yang lebih besar dari satu, mengindikasikan bahwa DMU tersebut mengalami peningkatan dalam total produktivitas (increasing return to scale). Namun, jika nilai MI lebih kecil dari satu, maka nilai tersebut mengindikasikan bahwa DMU mengalami penurunan dalam total produktivitas.

Rabu, 04 Februari 2015

PELATIHAN METODOLOGI RISET UNTUK MAHASISWA DOKTORAL (17 FEBRUARY 2015, IBN KHALDUN UNIVERSITY, BOGOR)

[BONUS: FREE CONSULTANCY WITH SMART CONSULTING]

Berangkat dari pemahaman minimnya transfer knowledge dibidang metodologi dan terbatasnya waktu konsultasi antara mahasiswa dengan dosen pembimbing, terutama jenjang doktoral menyebabkan lahirnya fenomena umum bahwa karya akhir mahasiswa menjadi penyebab utama lamanya waktu studi.

SMART CONSULTING (Sharia econoMic Applied Research & Training) selain memiliki badan hukum legal yang mengerjakan project riset lembaga/kementerian/perusahaan, juga memiliki anak usaha jasa yang bergerak dibidang konsultan disertasi/tesis ekonomi, bisnis dan keuangan syariah.

Kami mengundang para mahasiswa Doktoral, khususnya bidang ekonomi-keuangan syariah untuk mengikuti Pelatihan tentang Metodologi Riset AHP/ANP, DEA dan SEM, pada:

Waktu  : Selasa, 17 Februari 2015, Pukul 09.00-15.00
Tempat: Pascasarjana Univ Ibn Khaldun (UIKA) BOGOR, Jl Soleh Iskandar No. 1
Materi  : Pengantar Metode AHP/ANP, DEA dan SEM
Invest  : Rp 1.000.000,-
Tempat terbatas, maksimal hanya 10 orang peserta.

Deskripsi Materi Training
Analytic Network Process merupakan pendekatan baru dalam proses pengambilan keputusan yang memberikan kerangka kerja umum dalam memperlakukan keputusan-keputusan tanpa membuat asumsi-asumsi tentang independensi elemen-elemen pada level yang lebih tinggi dari elemen elemen pada level yang lebih rendah dan tentang independensi elemen-elemen dalam suatu level. ANP menggunakan jaringan tanpa harus menetapkan level seperti pada hierarki yang digunakan dalam Analytic Hierarchy Process (AHP), yang merupakan titik awal ANP.
Konsep utama dalam ANP adalah influence ‘pengaruh’, sementara konsep utama dalam AHP adalah preferrence ‘preferensi’. AHP dengan asumsi-asumsi dependensinya tentang cluster dan elemen merupakan kasus khusus dari ANP. Kelebihan ANP dari metodologi yang lain adalah kemampuannya untuk membantu kita dalam melakukan pengukuran dan sintesis sejumlah faktor-faktor dalam hierarki atau jaringan. Tidak ada metodologi lain yang mempunyai fasilitas sintesis seperti metodologi ANP. Sementara itu, kesederhanaan metodologinya membuat ANP menjadi metodologi yang lebih umum dan lebih mudah diaplikasikan untuk studi kualitatif yang beragam, seperti pengambilan keputusan, forecasting, evaluasi, mapping, strategizing, alokasi sumber daya, dan lain sebagainya.

Beberapa manfaat metode ANP bagi para pengambil keputusan (baca: para manajer dan pimpinan lembaga, direksi dalam suatu perusahaan, industri dan organisasi) adalah: menyusun ide menjadi sebuah keputusan berkualitas, merumuskan masalah-masalah manajemen yang muncul kemudian disusun menjadi prioritas-prioritas hierarkis, dan memastikan solusi yang paling tepat diambil dalam jangka pendek dan panjang sehingga problem relatif cepat terpecahkan.
Sementara itu Data Envelopment Analysis (DEA) merupakan alat manajemen untuk mengevaluasi efisiensi suatu unit bisnis yang paling popular dewasa ini. Evaluasi efisiensi tidak hanya dapat dianalisa pada satu unit bisnis saja, namun bagi beberapa unit bisnis untuk dibandingkan satu sama lain lalu diketemukan mana yang paling efisien, sehingga unit bisnis yang tidak efisien dapat merujuk pada unit bisnis yang efisien. Unit bisnis-unit bisnis yang akan dijadikan sebagai pengambilan keputusan dalam DEA disebut DMU (Decision Making Unit)/Unit Pengambilan Keputusan. Unit bisnis apapun dapat dianalisis kinerjanya dengan DEA seperti misalnyamanufacturing units, departments of big organizations such as universities, school, bank branches, hospitals, power plants, police stations, tax offices, prisons, defense bases, a set of firms or even practicing individuals such as medical practitioners.

Adapun SEM (Structural Equation Modeling) merupakan model analisa sebab akibat yang dapat menampilkan model secara komprehensip bersamaan dengan kemampuan untuk mengkonfirmasi dimensi atau faktor dari sebuah konsep yang diujikan melalui indikator-indikator empiris. Analisa SEM merupakan kombinasi dari analisa faktor (Confirmatory Factor Analysis), analisa jalur (Path Analysis) dan analisa regresi. Kemampuannya yang dapat menganalisa model yang rumit menjadikan SEM banyak digunakan diberbagai bidang aplikasi. Umumnya analisa SEM digunakan untuk menguji sebuah konsep teoritis/melakukan confirmasi terhadap sebuah konsep teoritis.

TRAINER: Tim SMART Consulting

FASILITAS: Training Kit, eModul, Material eBook ANP-DEA-SEM, 100+ Materi penting tentang ANP-DEA-SEM, Ebook “ANP: Pengantar Teori dan Aplikasi”, Ebook “Mengukur Tingkat Efisiensi dengan Data Envelopment Analysis”, Lunch, Room AC.

INFO/PENDAFTARAN: 0877-7057-4884/0812-2310-2288